Otaknologi

Indonesia Maju di Era SI.

Kupas

Hampir separuh obrolan Claude dari Indonesia isinya tugas sekolah dan kuliah

Kami olah data terbuka Anthropic: 46% obrolan Claude dari Indonesia untuk tugas, rata-rata dunia 16%. Sementara di Singapura, Claude dipakai buat kerja.

oleh Tim Otaknologi, pagi ini 18.45 · 3 mnt bacaDraf dibantu AI, dicek manusia

Grafik diolah Otaknologi: porsi obrolan Claude untuk tugas sekolah, Indonesia 45,9%, rata-rata dunia 16,5%
dunia cuma 16%

Anthropic, pembuat Claude, rutin membuka data tentang bagaimana orang di berbagai negara memakai Claude. Namanya Anthropic Economic Index. Datanya terbuka, jadi siapa saja bisa mengolahnya. Kami unduh file terbarunya dan mencari baris untuk Indonesia. Hasilnya: hampir separuh obrolan Claude dari Indonesia dipakai untuk tugas sekolah dan kuliah.

Datanya dari mana

File yang kami pakai adalah rilis 26 Jun 2026 di repositori data Anthropic. Isinya pemakaian Claude.ai (versi Free, Pro, dan Max) sepanjang Mei 2026, dikelompokkan per negara. Anthropic menggolongkan setiap obrolan ke beberapa jenis pemakaian, misalnya tugas sekolah/kuliah (coursework), pekerjaan (work), dan urusan pribadi.

Halaman Anthropic Economic Index, terakhir diperbarui 26 Jun 2026
Sumber: Anthropic Economic Index (diperbarui 26 Jun 2026), dicek 15 Okt 2026

Indonesia nomor 3 untuk urusan tugas

Dari semua obrolan Claude yang datang dari Indonesia, 45,9 persen digolongkan sebagai tugas sekolah atau kuliah. Rata-rata dunia cuma 16,5 persen. Dari 121 negara di data itu, Indonesia ada di urutan ketiga, hanya kalah dari Tunisia dan Aljazair.

Grafik diolah Otaknologi: porsi obrolan Claude untuk tugas sekolah/kuliah, Indonesia 45,9%, rata-rata dunia 16,5%
Grafik kami olah dari file data asli Anthropic (aei_claude_ai_2026-06-26.csv, kolom use_case_coursework_pct).Sumber: Anthropic Economic Index, data rilis 26 Jun 2026 (pemakaian Mei 2026), diolah Otaknologi

Sebaliknya, porsi untuk pekerjaan di Indonesia hanya 29,4 persen, padahal rata-rata dunia 43,4 persen. Di Indonesia, Claude lebih sering jadi teman mengerjakan tugas daripada teman kerja.

Polanya juga bukan kebetulan sebulan. Di data April 2026, porsi tugas sekolah Indonesia 42,3 persen. Arahnya sama, malah sedikit naik.

Tapi penggunanya masih sedikit

Data yang sama punya indeks pemakaian per penduduk. Angka 1 artinya pemakaian Claude di negara itu sebanding dengan jumlah penduduk usia kerjanya. Di atas 1 berarti lebih rajin dari "jatahnya", di bawah 1 berarti kurang.

Indonesia dapat 0,46, urutan 87 dari 121 negara. Di Asia Tenggara, kita di atas Filipina, tapi di bawah Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Singapura jauh di depan dengan 5,81, nomor 2 dunia.

Grafik diolah Otaknologi: indeks pemakaian Claude per penduduk, Singapura 5,81, Indonesia 0,46
Indeks pemakaian dibanding jumlah penduduk usia kerja. Indonesia 0,46: pemakaiannya kurang dari separuh 'jatah' penduduknya.Sumber: Anthropic Economic Index, data rilis 26 Jun 2026, diolah Otaknologi

Singapura: dipakai buat kerja

Pada 14 Okt 2026, Anthropic membuka kantor di Singapura dan meneken nota kesepahaman (MOU) dengan pemerintahnya. Di pengumumannya, Anthropic menyebut Singapura nomor 2 dari 121 negara dalam pemakaian Claude dibanding jumlah penduduk, hampir enam kali lipat dari yang diperkirakan.

Yang menarik, contoh pemakaiannya hampir semuanya soal kerja. Grab memakai Claude untuk BriX, asisten penjualan yang menurut Anthropic menghemat sekitar 40.000 jam kerja tim penjualan setiap kuartal. Sea, induk Shopee, memakai Claude untuk membantu chatbot layanan pelanggan Shopee.

Pengumuman Anthropic: Grab memakai Claude untuk BriX, hemat sekitar 40.000 jam tiap kuartal
Contoh pemakaian di Singapura: penjualan dan layanan pelanggan.Sumber: Anthropic, "Anthropic opens Singapore office and signs MOU with the Government of Singapore" (14 Okt 2026)

Ibaratnya kita punya sepeda bagus, tapi baru dipakai buat ke sekolah. Belum dipakai buat cari nafkah.

Pakai buat tugas: salah?

Tidak. Belajar dengan bantuan AI bisa sangat membantu. Masalahnya ada di cara pakai. Kemarin kami membahas hasil PISA 2025: pelajar yang memakai AI untuk mengerjakan tugas cenderung punya nilai lebih rendah. Itu pola dari survei, belum tentu sebab-akibat, tapi cukup jadi peringatan.

Bedanya ada di siapa yang berpikir. Kalau AI yang mengerjakan, kamu dapat jawaban tapi tidak dapat ilmunya. Kalau AI yang menjelaskan dan kamu yang mengerjakan, AI jadi guru les yang sabar.

Otaknologi Academy

Baca doang nggak bikin jago. Coba praktik langsung.

Cobain Pelajaran Pertama AI 101 gratis