Otaknologi

Indonesia Maju di Era SI.

Kabar

Claude bikin 318 ribu desain protein penangkal racun kalajengking. Yang lolos uji lab: 17

Anthropic menyuruh Claude merancang protein yang menempel ke racun kalajengking. Dari 211 yang dites dua lab luar, 17 lolos. Anthropic sendiri bilang: ini belum obat.

Ditulis & diperiksa: Syamil Jihad · pagi ini 00.50 · 3 mnt bacaDraf dibantu AI, dicek manusia

Blog Anthropic 20 Okt 2026: Claude membuat 318.484 desain protein, 17 lolos uji lab, belum diklaim sebagai penawar racun
belum jadi obat

Anthropic, pembuat Claude, menyuruh AI-nya merancang protein yang bisa menempel ke racun saraf kalajengking. Dalam 64 jam, Claude membuat 318.484 desain dan memilih 180, lalu tim Anthropic menambah 31 lagi. Dua lab luar menguji 211 desain itu, dan 17 lolos syarat. Hasilnya diumumkan Selasa, 20 Oktober 2026, dengan catatan tegas dari Anthropic sendiri: ini belum penawar racun.

Kenapa kalajengking?

Menurut Anthropic, sengatan kalajengking menimpa 1,2 juta orang atau lebih setiap tahun dan menyebabkan lebih dari 3.250 kematian, kebanyakan anak-anak di daerah yang susah menjangkau layanan kesehatan. Obat barunya mahal dibuat dan kecil kemungkinan balik modal. Akibatnya, jarang ada yang mau menggarap.

Blog Anthropic: sengatan kalajengking menimpa 1,2 juta orang per tahun dan lebih dari 3.250 meninggal
Angka dari blog Anthropic: 1,2 juta orang tersengat per tahun, lebih dari 3.250 meninggal.Sumber: Anthropic, “How Claude designed protein binders against scorpion neurotoxins” (20 Okt 2026)

Idenya justru datang dari luar dunia biologi. Citrini Research, perusahaan riset investasi, bertanya ke Anthropic: bisakah Claude membantu sekelompok orang awam yang niat menggarap masalah kesehatan beneran? Tim sains Anthropic lalu bertukar pikiran dengan Claude, dan pilihannya jatuh ke racun kalajengking.

Cara kerjanya, versi gampang

Racun kalajengking menyerang dengan menempel ke saluran di sel saraf. Harapannya, kalau ada protein yang lebih dulu menempel ke bagian racun yang dipakai untuk nempel itu, racunnya tidak bisa bekerja. Ibaratnya colokan listrik: tutup kepala colokannya, alatnya tidak bisa dicolok.

Yang dirancang Claude adalah "penutup colokan" itu. Model riset internal Anthropic, yang bekerja di dalam Claude Science, mengerjakannya hampir sendiri: memakai 12 alat desain protein, membuang desain yang mirip racun atau protein yang sudah ada, lalu memilih kandidat. Tim Anthropic mengawasi dan memberi empat arahan lanjutan. Claude juga menganalisis data, membuat grafik, dan menulis draf laporannya. Kerja mandiri berjam-jam seperti ini yang membedakan agent AI dari chatbot biasa.

Hasil lab: 17 dari 211

Desainnya diuji dua perusahaan riset kontrak, Adaptyv Bio dan Twist Bioscience. Syarat lolosnya ketat: harus menempel di kedua lab, cukup kuat, dan tidak menempel ke protein pembanding. Hasilnya 17 desain lolos, masing-masing untuk satu jenis racun: 7 untuk racun kalajengking Meksiko, 8 untuk dua racun dari Afrika Utara, dan 2 untuk racun dari Timur Tengah. Untuk racun dari Brasil, tidak ada yang lolos.

Blog Anthropic 20 Okt 2026: Claude membuat 318.484 desain protein, 17 lolos uji lab, belum diklaim sebagai penawar racun
Dari 318.484 desain, 17 lolos uji lab. Kalimat terakhirnya: Anthropic tidak mengklaim sudah membuat penawar racun.Sumber: Anthropic, “How Claude designed protein binders against scorpion neurotoxins” (20 Okt 2026)

Tingkat keberhasilannya biasa saja. Desain yang mengincar satu racun berhasil 18%, yang menurut Anthropic sesuai dengan kampanye desain protein pada umumnya. Percobaan membuat satu protein yang menangkal kelima racun sekaligus gagal semua. Jadi yang baru bukan angkanya, tapi siapa yang mengerjakan: sebagian besar kerja riset dilakukan AI dalam hitungan hari.

Satu kabar baiknya: dua desain terkuat menempel di area yang sama dengan antibodi yang pernah dilaporkan menetralkan racun kalajengking Meksiko itu pada tikus. Itu tanda yang menjanjikan, tapi belum bukti.

Belum obat, dan Anthropic bilang begitu sendiri

Anthropic menulis jelas bahwa mereka belum mengecek apakah protein ini benar-benar menetralkan racun di dalam sel, "so we do not claim to have produced an antivenom". Yang diuji juga racun buatan lab, belum racun asli dari kalajengking. Jalannya masih panjang: uji dengan racun asli, uji di sel, uji di tikus, lalu soal keamanan, harga, dan ketersediaan di daerah yang membutuhkan.

Yang patut dicatat, hasil lab ini datang dari dua perusahaan di luar Anthropic, bukan cuma tabel skor buatan sendiri. Itu jenis bukti yang lebih kuat dibanding angka benchmark yang biasa dipamerkan pembuat AI. Semua 211 desain dan data labnya dibagikan gratis di Hugging Face supaya peneliti lain bisa melanjutkan. Dua ahli luar yang membaca hasilnya menyebut ini langkah awal yang menjanjikan.