Di tim pembuat Claude Code, 9 dari 10 baris kodenya ditulis Claude. Terus siapa yang ngecek?
Tim Claude Code bercerita cara mereka memeriksa kode yang sebagian besar ditulis AI: yang memeriksa pertama juga AI, manusia memegang yang berisiko dan tetap bertanggung jawab.
oleh Tim Otaknologi, pagi ini 18.45 · 3 mnt baca

Claude Code adalah alat ngoding berbasis AI buatan Anthropic. Pada 15 Oktober 2026, tiga orang dari tim Claude Code menulis di blog resmi bagaimana mereka memeriksa kode ketika sebagian besar kodenya ditulis AI. Pertanyaan yang mereka ajukan sendiri: kalau kodenya sebanyak ini, masih ada yang membacanya? Dan kalau ada yang rusak, siapa yang menangkapnya?
Kodenya ditulis Claude, dan jumlahnya meledak
Tim itu mengulang angka yang pernah mereka sebut: sekitar 90% kode Claude Code ditulis oleh Claude sendiri.

Volumenya juga melonjak. Di gudang kode utama Anthropic, jumlah perubahan kode yang masuk per hari naik dari sekitar 2.500 pada Mei menjadi lebih dari 30.000 pada September. Dengan laju seperti itu, kata mereka, memeriksa kode baris per baris oleh manusia nyaris mustahil.
Yang memeriksa pertama: AI juga
Jawaban mereka berlapis. Sebelum kode dikirim, Claude diberi sesuatu yang bisa dijalankan, seperti tes atau tangkapan layar desain untuk dibandingkan, lalu diminta menunjukkan hasilnya, bukan sekadar bilang sudah selesai. Setelah itu, AI kedua yang belum melihat prosesnya memeriksa ulang.

Setelah kode dikirim, beberapa agent AI mencari kesalahan bersamaan. Kelompok agent lain lalu "memilih" apakah tiap temuan benar-benar masalah, dan temuan hanya ditampilkan kalau cukup banyak yang setuju. Ada juga pemeriksaan keamanan otomatis dan tes rutin yang wajib lolos.
Hasilnya, menurut Anthropic
Dari Juni sampai September, jumlah perubahan yang masuk ke Claude Code naik lebih dari dua kali lipat, sementara porsi perubahan yang harus dibatalkan turun lebih dari 40%.

Semua angka ini dari Anthropic sendiri dan belum dicek pihak luar.
Yang tetap dipegang manusia
Tim itu menulis tegas bahwa persetujuan agent tidak pernah dihitung sebagai persetujuan manusia. Pemeriksaan otomatis boleh meloloskan perubahan yang risikonya rendah, tapi tidak bisa menggantikan posisi yang memang mensyaratkan manusia.

Menurut mereka, manusia tetap memegang beberapa hal: memutuskan apakah sesuatu perlu dibuat sama sekali, membaca kode yang berisiko seperti tagihan dan pembaruan otomatis, menentukan rancangan yang akan ditiru tim lain, dan yang paling penting, tanggung jawab.

Ibaratnya dapur yang masaknya sudah dibantu mesin. Yang mencicipi pertama juga mesin, tapi kepala koki tetap yang memutuskan menu dan yang ditegur kalau ada pelanggan sakit perut.
Yang perlu diingat
Ini cerita satu tim yang membuat alat AI-nya sendiri, dengan akses ke alat terbaik. Anthropic juga menjual alat pemeriksa kodenya (Code Review untuk Claude Code, di paket Team dan Enterprise), jadi tulisan ini sekaligus promosi.
Buat kamu
Kamu tidak perlu jadi programmer untuk meniru kebiasaannya:
- Minta AI menunjukkan bukti, bukan sekadar bilang "sudah beres". Misalnya minta sumbernya, contoh hasilnya, atau langkah yang ia jalankan.
- Pakai AI kedua untuk memeriksa hasil AI pertama, di obrolan baru yang belum tahu prosesnya.
- Yang menyangkut uang, data, atau nama baik, baca sendiri. AI boleh mengerjakan, keputusan dan tanggung jawab tetap di kamu.


