Telepon panik minta transfer? Suaranya bisa tiruan AI
Penipu bisa meniru suara keluargamu dengan AI dari potongan video di medsos. FTC, FBI, dan OJK sudah memperingatkan. Ini dua langkah supaya tidak tertipu.
Ditulis & diperiksa: Syamil Jihad · 30 Okt · 4 mnt baca

Telepon dari "adik" atau "anak" yang panik minta ditransfer sekarang juga bisa saja palsu, walau suaranya mirip sekali. Penipu kini bisa meniru suara seseorang dengan AI, cukup dari potongan suara pendek, misalnya dari video di media sosial. FTC dan FBI di Amerika Serikat sudah memperingatkannya, dan OJK menyebut modus yang sama di Indonesia. Cara amannya: jangan percaya suaranya, telepon balik, dan siapkan kata sandi keluarga.
Bahannya cuma potongan suara pendek
Menurut FTC, lembaga perlindungan konsumen Amerika, penipu hanya butuh potongan suara pendek anggota keluargamu dan program peniru suara. Potongan itu bisa diambil dari konten yang diunggah di internet. Saat penipu menelepon, suaranya terdengar seperti orang yang kamu kenal.

Pemalsuan wajah dan suara dengan AI juga dipakai untuk iklan palsu, seperti kasus video Tasya Farasya yang dipalsukan.
Modusnya: keluarga kena musibah
FBI menjelaskan polanya dalam peringatan resmi Desember 2024: penipu membuat potongan suara orang terdekat untuk berpura-pura jadi kerabat yang sedang dalam masalah, lalu meminta bantuan uang segera atau uang tebusan. Contohnya kecelakaan, ditangkap, atau diculik. Kuncinya membuatmu panik supaya tidak sempat berpikir.
Di Indonesia, OJK juga sudah mengingatkan
Dalam konferensi pers Agustus 2025, Friderica Widyasari Dewi dari OJK menyebut AI memungkinkan penipu merekam dan meniru suara teman, kolega, atau keluarga, lalu bercakap seolah orang yang dikenal korban.

Langkah 1: jangan percaya suaranya, telepon balik
FTC menyarankan: jangan percaya suaranya. Tutup teleponnya, lalu hubungi orang itu lewat nomor yang memang kamu simpan. Kalau tidak tersambung, hubungi anggota keluarga atau temannya yang lain. OJK memberi saran yang sama: verifikasi dengan menghubungi langsung orang yang dimaksud.

Langkah 2: bikin kata sandi keluarga
FBI menyarankan membuat kata atau frasa rahasia bersama keluarga untuk memastikan identitas. Pilih yang gampang diingat tapi tidak pernah diunggah ke medsos, misalnya nama warung langganan waktu kecil. Kalau "adikmu" yang menelepon tidak tahu kata sandinya, tutup.

Yang perlu diingat
- FTC dan FBI adalah lembaga Amerika Serikat; sumber Indonesia di sini adalah pernyataan OJK yang dikutip CNN Indonesia.
- Kami sengaja tidak memakai angka korban atau kerugian dari survei perusahaan keamanan.
- Chat atau pesan mencurigakan bisa dicek dulu, caranya ada di cek chat penipuan dengan Circle to Search.
Keluargamu sudah punya kata sandi? Kalau belum, bahas malam ini di grup keluarga.
Foto sampul: cogdogblog (Alan Levine) di Wikimedia Commons, CC BY 2.0
Lihat di Instagram
Versi singkatnya, lengkap dengan slide bukti, ada di Instagram @otaknologi:


