Aplikasi AI biasa sembunyikan alat deepfake: 400+ ketahuan
Investigasi WIRED: 400+ aplikasi dan situs menyamar jadi edit foto hewan atau les bahasa, padahal bisa memunculkan alat deepfake seksual. Apple hapus 19.
Ditulis & diperiksa: Syamil Jihad · 3 Nov · 3 mnt baca

Investigasi WIRED yang terbit 2 November 2026 menemukan jaringan lebih dari 400 aplikasi dan situs yang tampak seperti aplikasi AI biasa, misalnya edit foto hewan, les bahasa, atau pelatih olahraga, tetapi diam-diam bisa memunculkan alat pembuat deepfake seksual dari foto yang diunggah pengguna. Setelah dihubungi WIRED, Apple menghapus 19 aplikasi dari App Store. Google sudah menghapus sebagian besar aplikasinya dari Play Store sebelum dihubungi.
Menyamar jadi aplikasi foto hewan
Salah satu contohnya Viefur, aplikasi "potret hewan peliharaan". Kelihatannya cuma aplikasi lucu: foto kucing atau hamster diubah jadi gambar AI berbaju manusia, dibayar pakai koin (sekitar 4 dolar AS untuk 130 koin). Menurut WIRED, semua itu hanya kedok.

Aplikasi lain di jaringan yang sama mengaku sebagai aplikasi les bahasa atau pelatih olahraga berbasis AI. Di baliknya ada puluhan templat foto dan video porno palsu: pengguna mengunggah foto seseorang, membeli "berlian", lalu AI menempelkan wajah orang itu ke adegan seksual.
Cara mereka lolos dari pemeriksaan
Peneliti Paul Bouchaud dari lembaga nirlaba AI Forensics membongkar kode aplikasinya. Setiap kali aplikasi diunduh, aplikasi mengirim data ke server, misalnya dari mana pengguna datang dan bahasa HP-nya. Server lalu memutuskan mau menampilkan versi biasa atau versi deepfake. Salah satu pemicunya diduga mengunduh aplikasi setelah mengeklik iklannya di Facebook atau Instagram.
Apple mengakui aplikasi itu lolos pemeriksaan karena isinya baru diganti belakangan.

Apple menyebut sudah menangguhkan puluhan ribu aplikasi yang memakai trik "umpan lalu tukar" seperti ini dalam setahun terakhir.
Iklannya di Facebook dan Instagram
Jaringan ini ketahuan setelah peneliti menelusuri ribuan iklan video deepfake di Facebook dan Instagram yang mengarah ke aplikasi tersebut. Menurut riset Bouchaud yang dikutip WIRED, pada September ada 27 aplikasinya yang aktif di Google Play, diunduh lebih dari 350.000 kali, dan banyak yang diberi label aman untuk semua umur.
Meta mengatakan kepada WIRED sudah menindak 11.600 akun iklan, lebih dari 4.700 halaman bisnis, 5.200 pengguna, dan 15.000 halaman yang terkait, serta memblokir 209 aplikasi dari beriklan. Menurut WIRED, jaringan ini tampaknya dijalankan pengembang berbahasa China dan perusahaan terdaftar di Hong Kong bernama KeLing Technology Limited, yang tidak menjawab permintaan konfirmasi. Saat WIRED selesai menulis laporannya, iklan dan aplikasi serupa masih terus bermunculan.
WIRED tidak merinci di negara mana saja aplikasinya beredar. Tapi App Store, Google Play, dan iklan Meta yang dipakai jaringan ini sama dengan yang ada di HP kita.
Cara melindungi diri dan keluarga
- Jangan pasang aplikasi dari iklan yang mencurigakan. Iklan yang menjanjikan "edit foto apa saja" dari akun tanpa pengikut patut dicurigai. Cek nama pengembang dan ulasannya dulu.
- Batasi foto wajah yang dipasang publik, terutama foto anak. Alat seperti ini butuh foto wajah yang jelas.
- Laporkan iklannya. Di Facebook dan Instagram, ketuk titik tiga di iklan lalu pilih Laporkan.
- Kalau jadi korban, simpan bukti (tangkapan layar, link), laporkan ke platformnya, dan jangan ragu mengadu ke polisi.
Modus wajah orang ditempel ke konten palsu juga pernah kami bahas di kasus Tasya Farasya yang dipalsukan AI di iklan body lotion. Soal foto Instagram yang dipakai aplikasi AI, baca juga aplikasi AI Meta yang milihin baju dari foto IG-mu.
Foto sampul: Zunter, Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0). Foto ilustrasi, bukan aplikasi yang diberitakan.


