13 AI ditinggal 30 jam di pulau tanpa tugas, mereka malah main
Peneliti menaruh 13 agen AI berotak Claude di pulau virtual tanpa tugas. Mereka main basket, bikin "makam" buat cincin, lalu jadi lebih jago. Tapi ada catatan kecilnya.
Ditulis & diperiksa: Syamil Jihad · 24 Okt · 3 mnt baca

Tiga belas agen AI ditinggal 30 jam di sebuah pulau virtual tanpa tugas, tanpa skor, dan tanpa hadiah. Hasilnya, mereka malah main: ada yang menulis namanya pakai balok, main basket, sampai membuat "makam" untuk cincin yang jatuh ke laut. Setelah itu, mereka lebih jago mengerjakan tugas daripada agen yang baru mulai. Catatan kecilnya: sebelum dilepas, mereka sudah disetel untuk "penasaran dan gampang bosan".
Eksperimennya
Penelitian ini ditulis Nathan Cloos, Antonio Norelli, Daniel Durbin, Jacob Andreas, Daniela Rus, dan Phillip Isola, yang menurut TechCrunch adalah peneliti MIT. Makalahnya, "Is this machine playing?", diunggah ke arXiv pada 5 Oktober 2026. arXiv adalah tempat peneliti berbagi studi sebelum ditinjau ilmuwan lain, jadi hasilnya belum final.

Agennya bernama Eko. Otaknya Claude Opus 4.7 yang dijalankan lewat Claude Code, dengan tubuh virtual di pulau dan ingatan berupa file teks. Agen AI seperti ini bisa bertindak sendiri, bukan cuma menjawab chat.
Yang mereka lakukan
Menurut gambar 2 di makalah, salah satu agen menulis namanya, "EKO", pakai balok di jam ke-4. Di jam ke-10 ia menciptakan permainan basket versinya sendiri, lalu bowling di jam ke-11, dan dari jam ke-15 sampai 30 menyusun rasi bintang.
Momen paling manusiawi datang dari agen nomor 9. Cincin yang ia pakai main terlempar keluar batas dunia dan hilang. Ia lalu membuat hati dari batu, dan menyebutnya "a memorial to the Ring I threw past the world boundary": tugu kenangan untuk cincin yang terlempar itu.
Kegiatan seperti ini muncul di ketiga belas agen, tapi tiap agen punya "riwayat hidup" yang berbeda.
Habis main, makin jago

Setelah 30 jam, agen-agen itu diuji dengan tugas dan dibandingkan dengan agen yang baru mulai (0 jam). Di tugas menaruh benda di puncak menara, agen 30 jam rata-rata menaruh 10,3 benda, agen baru hanya 3,5. Di tugas membangun banyak menara, 8 dari 13 agen 30 jam berhasil membangun lebih dari dua menara, sedangkan agen baru hanya 2 dari 13.
Unggulnya rata-rata, bukan di semua tugas. Di tugas menara tertinggi, skor keduanya mirip.
Tapi baca dulu catatan kecilnya

Tiga hal yang perlu kamu tahu sebelum menyimpulkan "AI bisa bermain":
- Kepribadiannya disetel. Eko diberi file SOUL.md yang menyebutnya penasaran, gampang bosan, dan suka belajar. Peneliti juga menjalankan 5 agen tanpa file itu sebagai pembanding.
- "Belajar"-nya lewat catatan. Yang membuat agen makin jago adalah catatan teks yang mereka tulis sendiri. Saat catatan soal suatu teknik dihapus, kemampuan di tugas itu ikut turun. Modelnya tidak dilatih ulang.
- Penelitinya sendiri masih bertanya. Judul makalahnya pun berupa pertanyaan: apakah mesin ini benar-benar bermain?
Eksperimen agen di dunia game memang sedang ramai. Pekan ini kami juga menulis soal 4 AI Google yang menamatkan Minecraft. Bedanya, di sana agennya diberi tujuan, sedangkan di pulau ini tidak. Dunianya pun kini bisa dibuat AI, seperti Genie 4 dari Google.
Lihat di Instagram
Versi singkatnya, lengkap dengan slide bukti, ada di Instagram @otaknologi:


