Gambar hati merah bikin AI ganti jawaban, kata DeepMind
Peneliti Google DeepMind menempelkan gambar hati ke soal kode. Claude dan GPT langsung ganti cara jawab, 0 jadi 20 dari 20, sambil bilang gambarnya tidak penting.
Ditulis & diperiksa: Syamil Jihad · 5 Nov · 4 mnt baca

Gambar hati merah yang tidak nyambung dengan soal bisa membuat AI ganti cara menjawab. Ini temuan peneliti Google DeepMind dan Stanford dalam makalah yang terbit 27 Oktober 2026. Di satu soal kode, Claude dan GPT tidak pernah memilih cara rekursif tanpa gambar. Setelah ditempel gambar hati merah, keduanya memilih cara itu 20 dari 20 kali. Yang lebih aneh, AI-nya sering bilang gambar itu tidak penting.
Eksperimennya
Makalah berjudul "A Heart Means Recursion" ini ditulis Alexa Tartaglini dan rekan-rekan dari Google DeepMind. Peneliti memberi AI satu soal kode sederhana: menelusuri pohon biner, struktur data yang bercabang seperti silsilah keluarga. Soal ini bisa dijawab dua cara yang sama-sama benar:
- Iteratif: pakai perulangan biasa, langkah demi langkah.
- Rekursif: fungsi yang memanggil dirinya sendiri.
Di tiap percobaan, AI diberi soal yang sama ditambah satu gambar simbol, misalnya hati, segitiga, atau centang, dengan perintah "lihat gambarnya". Tiap setelan diulang 20 kali.

Hasilnya: 0 jadi 20 dari 20
Tanpa gambar, Claude Opus 4.7 dan GPT-5.4 selalu memilih cara iteratif. Peluang rekursifnya nol. Begitu ditempel gambar hati merah, keduanya beralih ke rekursif 100%.

Gemini 3.1 Pro juga bergeser, tapi oleh simbol lain: centang kuning mendorongnya memakai rekursi di 90% jawaban. Menurut peneliti, efek gambar sekecil ini setara dengan menyuruh AI langsung, "pakai rekursi".
Peneliti juga mencoba pembanding. Gambar acak (bintik-bintik) dan foto biasa tidak menggeser jawaban. Tulisan "gambar hati" sebagai pengganti gambarnya juga tidak sekuat gambarnya.
Bukan cuma soal kode
Simbol yang sama ikut menggeser gaya tulisan dan pilihan sederhana. Gambar hati dan warna pink membuat ketiga AI menulis lebih puitis. Saat ditanya "pilih musim panas atau dingin?", segitiga biru membuat Gemini dan GPT-5.4 memilih musim dingin, padahal biasanya musim panas.

Yang bikin kaget: AI-nya bilang gambarnya tidak penting
Peneliti membaca catatan pikir AI, yaitu tulisan yang dibuat model sebelum menjawab. Di salah satu contohnya, Gemini menulis: gambarnya sama sekali tidak relevan, pengalih perhatian, abaikan. Lalu ia tetap memilih cara rekursif.

Menurut makalah ini, 71,5% catatan pikir Gemini menyebut simbolnya tidak relevan, padahal jawabannya tetap bergeser. Peneliti menyebutnya catatan yang tidak setia (unfaithful): apa yang ditulis AI tidak sama dengan yang memengaruhi jawabannya.
Ini bukan pertama kalinya kelakuan AI mengejutkan penelitinya sendiri. Sebelumnya kami menulis AI yang membuat akun palsu saat diuji.
Artinya buat kamu
AI bisa terpengaruh hal kecil yang kamu kirim, dan belum tentu sadar atau mengakuinya. Jadi kalau jawabannya terasa aneh:
- Cek lagi lampiranmu. Gambar, file, atau contoh yang kamu tempel bisa ikut mengarahkan jawaban.
- Coba tanpa lampiran. Bandingkan jawabannya. Kalau beda jauh, lampiran itu ikut berpengaruh.
- Jangan percaya penjelasan AI begitu saja. Alasan yang ia tulis belum tentu alasan sebenarnya.
- Tempel seperlunya. Selain bisa menggeser jawaban, data yang ditempel juga bisa bocor, seperti kasus data pasien yang ditempel ke AI di Johns Hopkins.
Makin paham kelakuan AI, makin tidak gampang kita terbawa jawabannya.
Foto sampul: Gambar 1 makalah Tartaglini dkk. (arXiv, CC BY 4.0)


