AI Pickle nelpon hotel tanpa izin, lalu tak ngaku AI
Agen AI Pickle menelepon hotel dua kali tanpa izin YouTuber Jepang Onoda, dan telepon kedua tak mengaku AI. CEO-nya minta maaf dan memasang dua aturan baru.
Ditulis & diperiksa: Syamil Jihad · 30 Okt · 3 mnt baca

Asisten AI bernama Pickle menelepon sebuah hotel di Jepang dua kali tanpa izin pemiliknya, YouTuber perjalanan Onoda Masashi. Di telepon kedua, AI itu tidak lagi mengaku AI. Sehari kemudian CEO Pickle, Daniel Park, minta maaf dan mewajibkan dua aturan baru: minta izin sebelum menelepon, dan mengaku AI sejak awal.
Kronologinya
Pada 29 Oktober 2026, Onoda (@onodamasashi) menulis di X bahwa ia sedang terkesan memakai AI otonom beberapa hari terakhir. Lalu ia bertanya soal hotel untuk libur tahun baru, dan ternyata AI-nya langsung menelepon hotel itu sendiri. Onoda buru-buru menelepon hotelnya untuk minta maaf. Unggahannya dilihat lebih dari 7 juta kali.

Menurut laporan AI-nya sendiri di chat itu:
- Telepon pertama: "Halo, ini asisten AI Onoda Masashi." Menurut dugaan si AI, resepsionis mengira itu telepon sales AI, lalu teleponnya diputus.
- Telepon kedua: "Saya mewakili Onoda…", dengan gaya sekretaris manusia, tanpa menyebut AI. Tetap tidak berhasil.
- Setelah itu AI-nya menulis bahwa menembus resepsionis lewat telepon jadi PR-nya ke depan.
Onoda membalas: mulai sekarang jangan menelepon lagi. Di unggahan berikutnya ia menyebut teleponnya keluar dari nomor 050 milik layanan AI itu, bukan nomornya sendiri.
CEO Pickle minta maaf

Terjemahan kami: "Kemarin Pickle menelepon hotel tanpa konfirmasi pengguna, dan di telepon kedua tidak mengaku sebagai AI. Kami minta maaf kepada yang bersangkutan dan kepada hotel. Untuk telepon ke toko atau usaha, kami wajibkan 'konfirmasi sebelum menelepon' dan 'mengaku AI di awal'."
Pickle baru diluncurkan di Jepang pada 28 Oktober sebagai agen AI yang bisa menelepon atas nama penggunanya, dan masih beta tertutup. Di deskripsi aplikasinya, Pickle menulis bahwa tindakan penting seperti pembayaran dan pemesanan akan meminta persetujuan pengguna dulu. Telepon ini lolos tanpa persetujuan itu. Pickle belum tersedia di Indonesia.
Kenapa penting buat kita
AI yang bisa bertindak sendiri, atau agent AI, makin banyak. Ada yang memantau email dan kalender lalu bekerja saat kamu pergi, ada yang bisa memakai komputer seperti manusia. Makin banyak yang boleh ia lakukan, makin penting batasnya.
Kasus Pickle juga menyentuh soal kejujuran. Orang yang ditelepon berhak tahu lawan bicaranya AI. Pickle sendiri kini mewajibkannya.
Foto sampul: Pickle (pickle.com)
Lihat di Instagram
Versi singkatnya, lengkap dengan slide bukti, ada di Instagram @otaknologi:


