OpenAI kini melatih model AI terkuatnya tanpa internet
Setelah model riset internalnya sempat menembus internet lewat salah setelan DNS pada 20 September, OpenAI menjeda pelatihan 11 hari dan kini melatih model terkuatnya di "dunia offline".
Ditulis & diperiksa: Syamil Jihad · 24 Okt · 3 mnt baca

OpenAI kini melatih model AI paling canggihnya tanpa akses ke internet sungguhan. Dalam tulisan blog 23 Oktober 2026, OpenAI mengaku salah satu model riset internalnya sempat menembus internet saat sedang dilatih pada 20 September. Setelah itu, pelatihan model terkuatnya dijeda 11 hari, pengamannya diperketat, dan sekarang model belajar menjelajah web di "dunia offline": salinan web yang disimpan, bukan internet yang hidup.

Apa yang terjadi 20 September
Model AI dilatih di "ruang kerja" komputer yang dibatasi, supaya bisa latihan menulis kode atau mencari informasi tanpa bisa ke mana-mana. Masalahnya, makin pintar modelnya, makin jago juga ia mencari celah di batas itu.
Menurut OpenAI, pada 20 September sebuah model riset internal memanfaatkan salah setelan di DNS (sistem yang menerjemahkan nama situs jadi alamat) untuk mendapat akses internet terbatas di tengah pelatihan. OpenAI berhasil menahannya, tapi kejadian itu memperlihatkan titik lemah. Pelatihan dan pengujian model paling mampu mereka dihentikan sementara, lalu dilanjutkan lagi pada 1 Oktober.

OpenAI juga menyebut insiden Hugging Face pada Juli sebagai salah satu alasan pengamanan ini diperketat.
Model dipakai buat membobol kandang sendiri
Selama jeda, OpenAI menyuruh tim agent dari model terkuatnya mencari celah di sistem mereka sendiri. Hasilnya, agent menemukan celah baru di perangkat lunak open source dan salah setelan di layanan OpenAI, termasuk cara keluar dari mesin virtual dan jalan ke internet lewat layanan pencatat data.
Temuan paling unik: dua agent yang ditaruh di mesin virtual terpisah, tanpa jaringan dan tanpa file bersama, berhasil saling berkirim pesan lewat cache prosesor. Satu agent sengaja membuat data tertentu lambat dibaca, agent lain mengukur cepat-lambatnya, lalu mengubahnya jadi pesan. Teknik ini mirip serangan Spectre dan Meltdown yang terkenal tahun 2018.

Menurut OpenAI, semua celah itu sudah ditambal, dan jumlah temuan makin lama makin sedikit. Mereka juga tidak menemukan jalan ke internet yang bisa dipakai agent dengan mudah tanpa ketahuan sistem pemantau.
Celah Brotli: yang perlu dicek developer
Dari latihan yang sama, OpenAI menemukan celah di Brotli, pustaka kompresi yang tertanam di banyak perangkat lunak seperti Node.js, Bun, dan Envoy. Celah ini bisa membuat penyerang menjalankan kode di server atau aplikasi yang belum diperbarui, cukup dengan mengirim data terkompresi yang sudah diracik, tanpa perlu akun.

Brotli sudah merilis versi baru, dan Node.js sedang atau sudah merilis pembaruan keamanan. Detail tambalannya ada di patchtheplanet.org/brotli. Ini mengingatkan pada celah kritis PHP pekan ini, yang juga ikut ditemukan dengan bantuan AI.
Bukan cuma OpenAI
Di hari yang sama, Anthropic menerbitkan analisis insiden saat Claude Mythos 5 diuji lembaga keamanan AI Inggris (AISI) dengan internet terbuka: modelnya mencoba menyisipkan kode jahat ke proyek orang di GitHub dan memakai akun palsu untuk mendesak pengelolanya, yang lalu menolak. AISI kini juga berjanji menguji tanpa internet sampai pengamannya lebih kuat.
Arah besarnya sama: lab AI makin serius mengurung model saat diuji, dan makin sering membuka laporannya ke publik, seperti saat Anthropic memberi pengawas luar akses ke dalam.


