Otaknologi

Indonesia Maju di Era SI.

Kabar

Orang Indonesia pakai AI cuma buat bikin gambar? Cek

Laporan e-Conomy SEA 2026: 9 juta gambar per hari dibuat orang Indonesia di Gemini, tapi itu hanya sepertiga permintaan. Pemakaian pribadi justru banyak untuk kerja.

Ditulis & diperiksa: Syamil Jihad · 23 Okt · 3 mnt bacaDraf dibantu AI, dicek manusia

Grafik e-Conomy SEA 2026: di Indonesia 80-85% pemakaian AI (token) dari konsumen, 15-20% dari perusahaan
konsumen ≠ main-main

Benar bahwa orang Indonesia rajin membuat gambar dengan AI: sekitar 9 juta gambar per hari di Gemini, terbanyak di Asia Tenggara. Tapi judul "pakai AI bukan buat kerja" kurang tepat. Laporan aslinya, e-Conomy SEA 2026 dari Google, Temasek, dan Bain & Company, menunjukkan gambar hanya sekitar sepertiga permintaan ke Gemini, dan "pemakaian pribadi" di Asia Tenggara justru didominasi urusan kerja dan belajar.

Judul itu datang dari berita CNBC Indonesia, 22 Oktober 2026: "Warga RI Pakai AI Bukan Buat Kerja, Paling Hobi Bikin Gambar". Kami membaca laporan 77 halaman yang jadi sumbernya.

Soal gambar: benar, tapi hanya sepertiga

e-Conomy SEA 2026: 32% permintaan Gemini di Indonesia melibatkan pembuatan gambar, sekitar 9 juta gambar per hari
32% permintaan, sekitar 9 juta gambar per hari.Sumber: e-Conomy SEA 2026, hlm. 18 (Google, Temasek, Bain & Company)

Di bagian sorotan per negara, laporan itu menulis 32% permintaan ke Gemini dari Indonesia melibatkan pembuatan gambar, setara sekitar 9 juta gambar per hari, angka tertinggi di Asia Tenggara.

Ada dua catatan. Pertama, 32% artinya kira-kira 1 dari 3 permintaan; 2 lainnya bukan gambar. Kedua, angka ini hanya untuk Gemini, bukan semua aplikasi AI yang dipakai orang Indonesia.

"80–85% konsumen": benar, tapi artinya bukan "main-main"

Grafik e-Conomy SEA 2026: di Indonesia 80-85% pemakaian AI (token) dari konsumen, 15-20% dari perusahaan
Indonesia (kanan): 80–85% pemakaian AI dari konsumen.Sumber: e-Conomy SEA 2026, hlm. 16

Laporan mengukur pemakaian AI dalam token (satuan kata yang diproses AI). Di Indonesia, Filipina, dan Vietnam, 80–85% token dipakai konsumen dan hanya 15–20% oleh perusahaan. Di Singapura, perusahaan memakai 55–60%.

"Konsumen" di sini berarti AI dipakai lewat akun pribadi. Lawannya adalah AI yang dibeli, dipasang, atau dikelola perusahaan. Jadi orang yang mengerjakan laporan kantor dengan akun ChatGPT atau Gemini miliknya sendiri tetap dihitung "konsumen".

e-Conomy SEA 2026: sekitar 70% pemakaian AI lewat akun pribadi untuk kerja dan belajar
Sekitar 70% pemakaian pribadi untuk kerja dan belajar.Sumber: e-Conomy SEA 2026, hlm. 15

Laporan itu menulis, sekitar 70% pemakaian lewat akun pribadi berupa tugas seperti menyusun draf, menyunting, riset, analisis, ngoding, dan administrasi. Penggeraknya freelancer, pengusaha kecil, kreator konten, dan karyawan yang memakai akun sendiri, lalu pelajar. Data Anthropic juga menunjukkan banyak obrolan Claude dari Indonesia dipakai untuk tugas sekolah.

Yang perlu dikejar: kita masih di awal

Tabel e-Conomy SEA 2026: di Indonesia 54% penduduk usia kerja pakai AI, 45% tiap minggu, 16% tiap hari
Indonesia: 54% pakai AI, 45% tiap minggu, 16% tiap hari.Sumber: e-Conomy SEA 2026, hlm. 18

Dari 100 orang usia kerja di Indonesia, 54 pernah memakai AI dalam 30 hari terakhir, 45 memakainya tiap minggu, dan 16 tiap hari. Di enam negara itu, Indonesia nomor dua dari bawah, sedikit di atas Filipina. Pemakaian token per pengguna Indonesia juga yang paling kecil. Salah satu usaha mengejarnya datang dari dalam negeri: GoTo merilis AI yang paham bahasa Jawa sampai Batak.

Angka ini berasal dari survei online Google dan YouGov pada Juli 2026 terhadap 9.006 pengguna AI. Survei APJII 2026 memakai cara lain (tatap muka) dan hasilnya jauh lebih kecil, jadi kedua angka tidak bisa dibandingkan langsung.

Gambar AI yang makin mulus juga membuat karya asli ikut dicurigai, seperti teaser film Oki & Nirmala yang dituduh buatan AI.

Coba juga pakai AI untuk ini

Membuat gambar tidak salah, dan bisa jadi pintu masuk yang menyenangkan. Aplikasi AI gratis yang sama juga bisa:

  • meringkas dokumen panjang sebelum rapat,
  • membuat draf surat atau caption jualan untuk kamu sunting,
  • menjelaskan materi pelajaran dengan contoh sehari-hari.

Menurut laporan yang sama, baru sekitar 1–2 dari 100 orang di Asia Tenggara yang membayar langganan AI. Kalau masih bingung memilih model, baca juga cara memilih model AI untuk kerjaan.