Otaknologi

Indonesia Maju di Era SI.

Kabar

Video AI bocah nangis minta dagangannya dibeli, ditonton 620 juta kali

Xiaohai, bocah yang menangis lalu berjualan di Douyin, ternyata tokoh buatan AI. Banyak lansia percaya dia asli. Ini kasusnya dan cara mengecek.

Ditulis & diperiksa: Syamil Jihad · 2 Nov · 4 mnt bacaDraf dibantu AI, dicek manusia

Tiga potongan video Xiaohai, tokoh remaja buatan AI di Douyin
dia nggak pernah ada

Sebuah video AI berisi bocah laki-laki yang menangis minta dagangannya dibeli ramai di China. Namanya Xiaohai. Tagar videonya ditonton lebih dari 620 juta kali di Douyin, TikTok versi China, dan banyak penonton lansia percaya dia anak sungguhan. Padahal Xiaohai tidak pernah ada: dia tokoh buatan AI.

Ditonton 620 juta kali, jualan dari kecap sampai krim wajah

Menurut Sixth Tone, media berbahasa Inggris dari Shanghai, video Xiaohai muncul di puluhan akun dan menyasar perempuan yang lebih tua. Produk yang dijual beragam, dari kecap sampai kosmetik.

Sixth Tone: tokoh remaja buatan AI bernama Xiaohai, tagarnya ditonton lebih dari 620 juta kali di Douyin
“AI-generated teen male character” = tokoh remaja laki-laki buatan AI. “More than 620 million views on Douyin” = lebih dari 620 juta tayangan di Douyin. Stabilo dari kami.Sumber: Sixth Tone (20 Okt 2026)

Polanya hampir selalu sama. Xiaohai memanggil penontonnya "tante dan mama", bercerita hidupnya susah, kadang bernyanyi, lalu menawarkan barang.

Banyak penonton lansia percaya dia asli

Sixth Tone: banyak penonton lansia percaya Xiaohai orang sungguhan
“Many older viewers reportedly believe the AI-generated character is real” = banyak penonton lansia dilaporkan percaya tokoh buatan AI ini asli. Stabilo dari kami.Sumber: Sixth Tone (20 Okt 2026)

Di kolom komentar, banyak yang menulis seolah Xiaohai anak sungguhan, misalnya "Kok kamu pucat? Jaga kesehatan ya." Seorang dosen di Shanghai Open University yang dikutip Sixth Tone menjelaskan, rasa dekat dengan tokoh seperti ini bisa membuat orang lupa mengecek.

Liputan6, mengutip South China Morning Post, melaporkan kasus yang lebih jauh. Pada Mei, polisi di Urumqi menghentikan seorang perempuan berusia 79 tahun yang bepergian sendirian dengan kereta api untuk menemui Xiaohai. Polisi lalu menjelaskan bahwa Xiaohai bukan orang sungguhan.

Liputan6: polisi di Urumqi menghentikan perempuan 79 tahun yang bepergian sendirian dengan kereta
Stabilo dari kami.Sumber: Liputan6 (31 Okt 2026), mengutip SCMP

Siapa yang untung?

Laporan media negara Shandian News yang dikutip Sixth Tone menyebut pembuat video Xiaohai bisa mendapat sampai lebih dari separuh hasil penjualan. Sebagian pembuatnya mengaku dapat 1.000 sampai 2.000 yuan sehari.

Sixth Tone: pembuat video Xiaohai bisa mendapat sampai lebih dari separuh hasil penjualan
“Up to over a half of total sales” = sampai lebih dari separuh total penjualan. Stabilo dari kami.Sumber: Sixth Tone (20 Okt 2026), mengutip Shandian News

Ini laporan media China, bukan perhitungan kami. Menurut Liputan6, sebagian besar video Xiaohai kini sudah dihapus.

Cara mengecek sebelum ikut membeli

Kasus ini terjadi di China dan belum ada laporan serupa di Indonesia. Tapi polanya mudah ditiru di mana saja, termasuk di TikTok dan Facebook kita.

  • Cek orangnya beneran ada atau tidak. Cari namanya di Google atau media tepercaya. Tokoh yang hanya muncul di video jualan, tanpa jejak lain, patut dicurigai.
  • Waspadai pola "cerita sedih lalu jualan". Air mata dan panggilan "tante" atau "mama" dipakai untuk membuat kita merasa dekat sebelum diminta membeli.
  • Tunjukkan ke orang tua. Yang paling banyak percaya justru penonton lansia. Ceritakan kasus ini ke orang tua dan kakek-nenekmu.

Ciri-ciri konten AI lain yang ramai bulan lalu pernah kami bahas di asli atau AI: 4 konten viral, cuma 1 yang asli. Ingat juga, hasil detektor AI bukan bukti; yang paling bisa diandalkan tetap sumbernya.

Foto sampul: potongan video Xiaohai dari Weibo, via Sixth Tone. Wajah Xiaohai buatan AI, bukan orang sungguhan.

Lihat di Instagram

Versi singkatnya, lengkap dengan slide bukti, ada di Instagram @otaknologi:

Buka di Instagram