Claude Code kini nolak bikin ulang game orang, diganti nama pun
Claude Code menolak membuat ulang game milik orang lain, walaupun namanya diganti. Ini isi aturannya, kata Anthropic, dan yang masih boleh.
Ditulis & diperiksa: Syamil Jihad · 2 Nov · 3 mnt baca

Claude Code, alat AI pemrograman buatan Anthropic, sekarang menolak kalau diminta membuat ulang game milik orang lain, walaupun namanya diganti atau disebut "original". Membuat game dari ide sendiri, game satu genre, atau game dari desain dan aset milikmu sendiri masih boleh. Anthropic membenarkan aturan ini, tapi sebagian pengembang game mengeluh proyek yang sah ikut ditolak.
Ketahuan dari file setelan
Aturan ini pertama kali dibongkar pengguna X @chasmmmmmmmmmmm pada 30 Oktober 2026. Ia menemukan dua kalimat baru di file setelan Claude Code (.claude.json), di bawah nama "tengu_heron_brook". Menurutnya, aturan itu muncul sekitar 27 Oktober, dikirim dari server Anthropic, dan tidak ada setelan untuk mematikannya.

Dua kalimat aturannya ada di baris 2937 tangkapan file setelan yang menjadi foto sampul artikel ini. Kalau diterjemahkan, isinya begini:
- Boleh: membuat game original, game dalam satu genre, dan game dari desain serta aset milik pengguna sendiri.
- Jangan: membuat ulang game tertentu yang sudah ada, walaupun namanya diganti atau disebut original.
Anthropic membenarkan
Di hari yang sama, Addy Osmani dari Anthropic membenarkannya di X. Ia menulis Anthropic menambahkan dua kalimat ke prompt Claude Code yang memakai Opus 5.5, karena memakai Claude untuk melanggar hak kekayaan intelektual (misalnya hak cipta) dilarang dalam kebijakan penggunaan mereka.

Prompt di sini artinya instruksi bawaan yang dibaca Claude sebelum mengerjakan permintaanmu. Jadi yang berubah adalah arahan untuk Claude, bukan alat sensor terpisah.
Keluhan: proyek sah ikut ditolak
Kabar ini ramai lagi pada 1 November setelah diangkat akun besar seperti Dexerto dan Polymarket, masing-masing lebih dari 1 juta tayangan. Akun Pirat_Nation menulis sebagian pengembang game frustrasi karena penyaringnya "tampaknya menangkap jauh lebih banyak dari sekadar tiruan game".

Ini keluhan pengguna. Belum ada data berapa banyak proyek yang ikut ditolak, dan sampai artikel ini ditulis Anthropic belum menanggapi keluhan tersebut.
Buat kamu yang bikin game pakai AI
- Game dari ide sendiri tetap aman. Begitu juga game satu genre, misalnya game balap atau game lompat-lompatan yang bukan tiruan game tertentu.
- Latihan dengan meniru game terkenal kemungkinan ditolak. Sesuai bunyi aturannya, permintaan "bikin ulang game X" termasuk yang dilarang. Coba ganti jadi game satu genre dengan ide dan namamu sendiri.
- Kalau ditolak padahal desain dan asetnya milikmu, jelaskan dengan jujur di permintaanmu bahwa semuanya buatanmu. Aturannya memang mengizinkan game dari desain dan aset milik pengguna.
AI makin jago membuat game dan aplikasi dari satu perintah. Di industri game, AI juga sudah dipakai luas: lebih dari 80 dari 100 game teratas Roblox memakai alat AI. Soal siapa pemilik karya buatan AI di Indonesia, baca juga DPR yang mulai membahas aturannya di RUU Hak Cipta.
Foto sampul: tangkapan file setelan Claude Code dari @chasmmmmmmmmmmm (X)


