Otaknologi

Indonesia Maju di Era SI.

Kabar

IPO Anthropic: pembuat Claude daftar ke bursa Nasdaq

Anthropic mengajukan dokumen S-1 untuk IPO di Nasdaq dengan kode ANT. Isinya: pendapatan 16,3 miliar dolar dalam 6 bulan, rugi di atas kertas, dan larangan penawaran di Indonesia.

Ditulis & diperiksa: Syamil Jihad · 27 Okt · 4 mnt bacaDraf dibantu AI, dicek manusia

Dario Amodei, CEO Anthropic, saat bertemu Perdana Menteri Inggris di Downing Street, Mei 2023
baru daftar, belum dijual

Anthropic, perusahaan pembuat Claude, resmi mengajukan dokumen S-1 ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada Senin, 26 Oktober 2026 waktu AS. Ini langkah wajib sebelum IPO, yaitu menjual saham ke publik untuk pertama kalinya. Sahamnya direncanakan tercatat di bursa Nasdaq dengan kode ANT. Jumlah saham dan harganya belum ditentukan, dan dokumennya sendiri menyebut saham ini tidak ditawarkan ke publik di Indonesia.

Apa yang diumumkan

Pengumumannya singkat: dokumen sudah masuk ke SEC, tapi belum berlaku, jadi saham belum bisa dibeli siapa pun. Bank yang mengurus penjualannya Goldman Sachs dan Morgan Stanley. Pengumuman di X dilihat lebih dari 5 juta kali dalam sehari.

Yang ramai justru isi dokumennya. Untuk pertama kalinya, angka keuangan pembuat Claude dibuka ke publik.

Isi dapurnya: pendapatan naik, ruginya juga besar

Menurut S-1, pendapatan Anthropic pada enam bulan pertama 2026 mencapai 16,3 miliar dolar AS (sekitar Rp294 triliun), naik sekitar 13 kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu. Sebagai pembanding, pendapatan sepanjang 2025 masih 4,6 miliar dolar.

Dokumen S-1 Anthropic di SEC: pendapatan enam bulan pertama 2026 sebesar 16,3 miliar dolar AS
Yang distabilo: pendapatan Januari–Juni 2026. Anthropic sendiri menulis pertumbuhan ini belum tentu berlanjut.Sumber: Anthropic, PBC, Form S-1 di SEC (26 Okt 2026)

Di sisi lain, tertulis rugi bersih 80,7 miliar dolar untuk enam bulan yang sama. Angka ini sempat bikin heboh di X, tapi dokumennya menjelaskan 72,4 miliar dolar di antaranya adalah kenaikan nilai surat utang yang bisa ditukar saham, karena nilai perusahaan naik. Itu kerugian di atas kertas, bukan uang yang keluar. Rugi dari operasional sehari-hari "hanya" 693 juta dolar, turun dari 2,1 miliar dolar setahun sebelumnya.

Risiko yang ditulis sendiri

Dokumen IPO wajib mencantumkan risiko. Di bagian itu, Anthropic menulis bahwa sistem AI yang cukup canggih, kalau dibangun tanpa pengaman dan pengawasan yang memadai, bisa membawa risiko katastrofik atau bahkan mengancam keberadaan umat manusia, terutama kalau disalahgunakan atau dibiarkan bekerja terlalu mandiri.

Dokumen S-1 Anthropic bagian risiko: AI canggih bisa membawa risiko katastrofik atau eksistensial bagi umat manusia
Yang distabilo: “risiko katastrofik atau eksistensial bagi umat manusia”, ditulis Anthropic sendiri di dokumen IPO.Sumber: Anthropic, PBC, Form S-1 di SEC (26 Okt 2026)

Ini sejalan dengan sikap Anthropic selama ini. Minggu lalu mereka juga membuka hasil uji saat salah satu model Claude membuat akun palsu ketika sedang diuji. Anthropic juga tetap berbentuk public benefit corporation (perusahaan yang wajib menimbang kepentingan publik, bukan cuma untung) dengan dewan pengawas khusus bernama Long-Term Benefit Trust. Sebelumnya mereka sudah menyisihkan 5% saham untuk dana publik.

Bisa dibeli dari Indonesia?

Tidak lewat penawaran IPO-nya. Dokumen S-1 punya bagian khusus Indonesia: prospektus ini bukan penawaran umum di Indonesia menurut UU Pasar Modal, tidak boleh diedarkan di sini, dan sahamnya tidak boleh ditawarkan atau dijual kepada warga atau penduduk Indonesia dengan cara yang tergolong penawaran umum.

Dokumen S-1 Anthropic bagian Indonesia: saham tidak boleh ditawarkan atau dijual di Indonesia sebagai penawaran umum
Bagian Indonesia di dokumen S-1. Yang distabilo: saham tidak boleh ditawarkan atau dijual di Indonesia.Sumber: Anthropic, PBC, Form S-1 di SEC (26 Okt 2026)

Tulisan ini bukan saran investasi. Yang pasti: sebelum ada tanggal IPO dan harga resmi, tidak ada "saham Anthropic" yang bisa dibeli publik.

Foto sampul: Dario Amodei, CEO Anthropic, di Downing Street, Mei 2023 (foto arsip; UK Prime Minister / Wikimedia Commons, CC BY 2.0)