Otaknologi

Indonesia Maju di Era SI.

Kabar

Goldman Sachs batasi Claude Code: cuma engineer yang boleh

Goldman Sachs memutus akses trader dan bankirnya ke Claude Code dan GitHub. Kata Bloomberg, kini hanya engineer yang boleh. Ini alasan Goldman.

Ditulis & diperiksa: Syamil Jihad · 3 Nov · 3 mnt bacaDraf dibantu AI, dicek manusia

Gedung kantor pusat Goldman Sachs di Lower Manhattan, New York, foto arsip
masa coba-coba selesai

Goldman Sachs, salah satu bank investasi terbesar di Amerika Serikat, memutus akses sebagian besar karyawannya ke alat AI untuk membuat program, seperti Claude Code dari Anthropic dan GitHub dari Microsoft. Menurut Bloomberg yang dikutip The Decoder (2 November 2026), sekarang hanya engineer yang masih boleh memakainya. Trader dan bankir yang berbulan-bulan memakai alat itu kehilangan akses.

Yang dibatasi: alat bikin program pakai AI

Aturan ini berasal dari pedoman internal Goldman bulan Oktober. Yang dibatasi adalah alat AI untuk membuat program (coding tools), bukan semua AI. Sebelum aturan itu, trader dan bankir memakainya untuk memantau arus transaksi dan membuat konten.

Paragraf The Decoder: Goldman Sachs memutus akses sebagian besar karyawan ke Claude Code dan GitHub, hanya engineer yang masih boleh
“Only engineers can still use them” = hanya engineer yang masih boleh memakainya. Stabilo dan catatan dari kami.Sumber: The Decoder (2 Nov 2026), mengutip Bloomberg

Menurut laporan itu, pembatasan ini membuat sebagian karyawan kesal. Dokumen internalnya tidak kami lihat sendiri; semua isi aturan di sini berasal dari laporan Bloomberg.

Padahal Juli lalu dipuji

Kebijakan ini berbalik arah. Pada Juli 2026, petinggi teknologi Goldman, CIO Marco Argenti, memuji karyawan non-teknis yang membuat program sendiri dengan AI, atau yang sering disebut vibe coding. Rencananya waktu itu: trader atau staf punya ide, membuat contoh awalnya dengan AI, lalu engineer yang menyempurnakannya.

Cara kerja ini juga yang dipakai banyak orang di luar bank, misalnya Andrej Karpathy yang membuat versi YouTube-nya sendiri dalam ±2 jam pakai Claude.

Alasan Goldman: produktivitas dan risiko

Juru bicara Goldman, Nick Carcaterra, menyebut alasannya "berbagai faktor, termasuk produktivitas dan manajemen risiko". Ia menambahkan bahwa masa eksperimennya sudah selesai, dan alat itu kini dibatasi untuk orang yang "paling cocok memakainya untuk jangka panjang".

Paragraf The Decoder: juru bicara Goldman Sachs menyebut produktivitas dan manajemen risiko, masa eksperimen sudah selesai
“The experimentation phase is over” = masa eksperimennya sudah selesai. Stabilo dan catatan dari kami.Sumber: The Decoder (2 Nov 2026), pernyataan juru bicara Goldman Nick Carcaterra lewat Bloomberg

Goldman tidak merinci risiko apa yang dimaksud. Di bank, program yang dibuat sendiri bisa menyentuh data nasabah dan sistem transaksi, jadi wajar kalau aturannya ketat. Ini penjelasan umum dari kami, bukan kata Goldman.

Buat kamu yang pakai AI di kantor

Kantor makin serius mengatur AI. Ada yang membatasi siapa yang boleh memakai, ada juga yang memberi karyawan hak resmi untuk menolak memakai AI. Sebelum membuat alat sendiri pakai AI di kantor:

  • Cek aturan kantormu dulu. Tanyakan alat AI apa yang boleh dipakai dan untuk apa.
  • Hati-hati dengan data. Jangan memasukkan data nasabah, data karyawan, atau dokumen rahasia ke alat yang belum diizinkan.
  • Libatkan tim IT kalau alat buatanmu mau dipakai orang lain atau tersambung ke sistem kantor.

Aturan pemakaian AI juga datang dari pembuatnya sendiri. Misalnya, Claude Code sekarang menolak membuat ulang game milik orang lain.

Foto sampul: gedung kantor pusat Goldman Sachs di Lower Manhattan, New York, foto arsip (Wikimedia Commons, domain publik)

Lihat di Instagram

Versi singkatnya, lengkap dengan slide bukti, ada di Instagram @otaknologi:

Buka di Instagram