Dessa, AI suara Jack Dorsey yang ngobrol mirip manusia
Block, perusahaan pendiri Twitter Jack Dorsey, pamer Dessa: AI suara yang dilatih tanpa teks dan bisa menyela, tertawa, dan menyimak. Tapi belum bisa dicoba publik.
Ditulis & diperiksa: Syamil Jihad · 26 Okt · 3 mnt baca

Dessa adalah model AI suara buatan Block, perusahaan yang dipimpin pendiri Twitter Jack Dorsey, yang diumumkan 24 Oktober 2026 (WIB). Bedanya dengan asisten suara lain: Dessa dilatih hanya dari rekaman percakapan manusia, tanpa teks, dan bisa mendengar sambil berbicara, jadi bisa menyela, tertawa di tengah kalimat, atau bilang “oh ya” saat kamu bercerita. Tapi kamu belum bisa mencobanya: aksesnya baru dibuka untuk sekelompok kecil peneliti keamanan AI.
Yang diumumkan
Dorsey memperkenalkan Dessa lewat X sebagai model suara yang terasa seperti mengobrol dengan orang, “penuh emosi, nuansa, jeda, dan irama yang alami”. Sampai Senin pagi 26 Oktober, post itu sudah dilihat lebih dari 13 juta kali.
Di halaman resminya, Block memajang belasan rekaman orang sungguhan mengobrol dengan Dessa: main tebak-tebakan, lupa judul film lalu dilanjutkan Dessa, sampai Dessa “ngobrol” dengan asisten suara ChatGPT. Semua contohnya dalam bahasa Inggris. Bahasa Indonesia belum disebut.
Dilatih dari suara saja
Asisten suara yang sekarang umumnya mengubah ucapanmu jadi teks dulu, dijawab model bahasa, lalu dibacakan lagi. Kata Block, cara itu membuang nada, sarkasme, tawa, dan suara yang bergetar karena sedih. Dessa langsung mengolah suara masuk jadi suara keluar.

Block juga mengklaim Dessa belajar bahasa dari kata yang jumlahnya ratusan kali lebih sedikit dibanding model bahasa biasa, yang butuh teks dalam jumlah luar biasa banyak (dihitung dalam token). Model ini dilatih memakai satu sistem Nvidia GB200 NVL72, dan menurut pernyataan Block yang dikutip CoinDesk, cukup kecil untuk berjalan di MacBook Pro dengan chip M4 Max ke atas.
Belum bisa dicoba, kenapa?
Block menyebut Dessa wilayah baru, jadi mereka ingin “mata dari luar” dulu. Akses awal diberikan ke sekelompok kecil peneliti keamanan AI untuk mencari risiko yang belum terpikirkan.

Reaksinya terbelah. Menurut CoinDesk, sebagian orang kagum karena suaranya terdengar sangat manusiawi, sebagian lagi khawatir model seperti ini dipakai untuk menipu. Block sendiri beralasan sebaliknya: AI yang makin mandiri seharusnya bisa mendengar kalau penggunanya kesakitan atau tertekan, bukan terus bicara seolah tidak terjadi apa-apa.


