Steam wajib label AI di game, bos Epic: "menjijikkan"
Sejak 2024, developer game di Steam wajib menjelaskan bagian mana yang dibuat AI. Tim Sweeney dari Epic menyebut aturan itu menjijikkan. Buat pemain, label itu info, bukan vonis.
Ditulis & diperiksa: Syamil Jihad · 24 Okt · 3 mnt baca

Game di Steam wajib "ngaku" kalau isinya dibuat pakai AI, dan penjelasannya tampil di halaman toko game itu. Aturan ini sudah berlaku sejak Januari 2024, tapi pekan ini jadi ramai lagi setelah CEO Epic Games, Tim Sweeney, menyebutnya "abhorrent": menjijikkan. Buat kamu sebagai pemain, label itu sebenarnya info tambahan, bukan vonis bahwa game-nya jelek.
Aturannya

Valve, pemilik Steam, mengumumkan aturannya pada 10 Januari 2024. Saat mendaftarkan game, developer mengisi survei konten, termasuk soal AI. Valve memakai jawaban itu untuk meninjau game sebelum rilis, dan sebagian besar isinya ditampilkan di halaman toko supaya pembeli tahu bagaimana game itu memakai AI.
Contohnya di halaman Teddy Horses, sebuah game peternakan kuda:

Yang dilabeli: isi game, bukan alat kerja

Menurut dokumen Steamworks, developer tidak perlu melaporkan alat AI yang hanya mempercepat kerja, misalnya fitur AI di aplikasi pembuat game. Yang dilabeli adalah konten AI yang ikut terkirim ke pemain: gambar, suara, cerita, terjemahan, dan sejenisnya.
Kenapa ramai sekarang
Steam Next Fest bulan ini memuat ribuan demo game. Seorang pengguna X, @MurphyObv, mengunggah video menggulir daftar demo dengan ekstensi browser yang menandai merah game berlabel AI. Videonya ditonton lebih dari 300 ribu kali.
Tim Sweeney lalu menulis bahwa memaksa developer membuat "pernyataan politik" yang bisa dipakai massa untuk menyerang mereka itu menjijikkan. Keesokan harinya ia menambahkan:

Perlu diingat, Epic adalah pesaing Steam lewat Epic Games Store. Di balasan post Sweeney, banyak pemain justru bilang label itu membantu mereka memilih, walau ada juga developer yang setuju dengan Sweeney.
Buat kamu: label itu info, bukan vonis
- Gulir ke bagian "AI Generated Content Disclosure" di halaman toko Steam.
- Bedakan AI dipakai buat apa. Sampul saja, terjemahan, atau seluruh gambar dan suara di dalam game.
- Nilai game-nya dari demo dan ulasan. Label tidak bilang game itu bagus atau jelek.
Perdebatan soal AI di karya kreatif juga terjadi di musik. Bulan ini Spotify menyingkirkan 50 juta lagu AI asal jadi dari rekomendasinya. Di Indonesia, DPR juga mulai membahas hak cipta karya buatan AI.
Lihat di Instagram
Versi singkatnya, lengkap dengan slide bukti, ada di Instagram @otaknologi:


