Otaknologi

Indonesia Maju di Era SI.

Kabar

Izin resmi tolak AI di kantor: kampus AS mengabulkan

Staf University of Kentucky, David Durman, dapat izin tidak memakai AI di kantor karena keyakinannya sebagai humanis. Ini alasan dan batasnya.

Ditulis & diperiksa: Syamil Jihad · 31 Okt · 2 mnt bacaDraf dibantu AI, dicek manusia

Main Building University of Kentucky di Lexington, Amerika Serikat
dikabulkan 25 Sept

Seorang staf University of Kentucky di Amerika Serikat, David Durman, mendapat izin resmi untuk tidak memakai AI di pekerjaannya karena keyakinannya sebagai humanis. Kampusnya mengabulkan permintaan itu pada 25 September 2026, dengan syarat tugas pokoknya tetap berjalan, dan izin itu bisa ditinjau ulang.

Siapa dan kenapa

Durman adalah administrator yang membantu peneliti di kampusnya mengajukan dana hibah. Menurut TechCrunch, ia belum diwajibkan memakai AI. Tapi rekan dan atasannya mulai menyarankan alat AI, jadi ia ingin terlindungi kalau suatu saat saran itu menjadi kewajiban.

Alasannya keyakinan. Durman penganut humanisme, pandangan hidup tanpa Tuhan yang menekankan akal dan tanggung jawab manusia. Di Amerika, Title VII dalam undang-undang hak sipil melindungi keyakinan seperti ini di tempat kerja, sama seperti agama.

Kutipan Durman di TechCrunch: moral actors
Kutipan Durman di TechCrunch. Stabilo dari kami.Sumber: TechCrunch (29 Okt 2026)

Terjemahan kami: "Cara kita menjadi orang yang bermoral, bagi diri sendiri dan orang lain, adalah dengan aktif memakai pikiran kita. Kalau itu berkurang karena memakai AI, kemampuan kita untuk bermoral pasti ikut terganggu."

Kampus bilang boleh

Menurut Fortune, Durman mengajukan permintaannya pada Agustus. Kampus lalu bertemu dengan Durman dan pengacaranya dari American Humanist Association, menilai kesungguhan keyakinannya, dan mengabulkannya pada 25 September. Kampus menilai izin itu tidak membebani institusi secara berlebihan.

Fortune: dikabulkan 25 September
Laporan Fortune, 30 Okt 2026. Stabilo dari kami.Sumber: Fortune (30 Okt 2026)

Pernyataan resmi kampus, lewat juru bicaranya, juga memasang batas: izin diberikan selama Durman tetap menjalankan tugas pokok jabatannya, dan bisa ditinjau ulang seiring berubahnya teknologi dan pekerjaan.

Pernyataan University of Kentucky di TechCrunch
Pernyataan resmi kampus. Stabilo dari kami.Sumber: TechCrunch (29 Okt 2026)

Batasnya

  • Hanya untuk Durman. Ia sendiri menegaskan ke Fortune bahwa izinnya tidak berlaku untuk karyawan lain.
  • Bisa ditinjau ulang kalau pekerjaannya berubah.
  • Bukan yang pertama secara umum. Pada Mei 2026, seorang software engineer, Erin Maus, juga mendapat pengecualian serupa. "Pertama" yang disebut American Humanist Association adalah pertama untuk seorang humanis.
  • Ini hukum Amerika. Aturan serupa belum pernah diuji di Indonesia.

Bagaimana dengan kita

Makin banyak kantor dan sekolah mendorong pemakaian AI, dan perubahannya ikut terasa di dunia kerja, misalnya porsi karyawan junior di perusahaan pembuat Claude yang turun tajam. Di sisi lain, ada juga yang memakai AI sampai melamar 69 pekerjaan secara otomatis.

Kasus Durman mengingatkan satu hal: mau pakai AI atau tidak, yang penting kita tetap berpikir sendiri. Kalau kantormu mewajibkan AI, kamu ikut atau menolak?

Lihat di Instagram

Versi singkatnya, lengkap dengan slide bukti, ada di Instagram @otaknologi:

Buka di Instagram