AI Job Search: kena PHK, 69 lamaran berbuah 1 kontrak kerja
Seorang ahli geofisika yang kena PHK membuat AI di atas Claude Code untuk menyaring lowongan dan menulis lamarannya. Hasilnya 69 lamaran, 20 interview, satu kontrak. Ini cara kerjanya dan catatan sebelum mencoba.
Ditulis & diperiksa: Syamil Jihad · 22 Okt · 2 mnt baca

Setelah posisinya dipangkas akhir 2025, ahli geofisika Mads Lorentzen membuat AI untuk mengurus pencarian kerjanya sendiri. Hasilnya, menurut tulisannya di halaman proyek: 69 lamaran yang disesuaikan, 20 interview pertama, dan satu kontrak kerja. Sejak Juni 2026 ia bekerja sebagai AI engineer. Proyeknya, AI Job Search, ia bagikan gratis di GitHub, dan minggu ini ramai lagi dibicarakan dengan lebih dari 62 ribu bintang.
Cara kerjanya: kayak HRD, tapi buat kamu
AI Job Search dibangun di atas Claude Code, alat AI buatan Anthropic yang biasa dipakai untuk menulis kode. Di tim pembuatnya sendiri, sebagian besar kode sudah ditulis Claude. Proyek Lorentzen bukan aplikasi siap pakai, melainkan kumpulan instruksi, skill, dan templat yang dijalankan di komputermu sendiri. Alurnya tiga perintah:
/scrapemencari lowongan di situs lowongan kerja, lalu menampilkan yang cocok beserta nilainya./applymenilai satu lowongan: cocok atau tidak, dengan skor dan saran. Kalau cocok, AI menyusun CV dan surat lamaran yang disesuaikan, lalu agent kedua bertugas sebagai peninjau yang mengkritik dan meminta revisi./interviewmembantu persiapan sebelum interview.
Jadi AI-nya bekerja seperti HRD, tapi dari sisi pelamar: menyaring lowongan dulu sebelum melamar, bukan menyebar lamaran ke mana-mana.
Dia jujur ke setiap perusahaan
Lorentzen menulis, ia selalu terus terang ke setiap perusahaan yang ia temui bahwa ia memakai alat ini. Alih-alih merugikan, katanya, hal itu biasanya malah memancing obrolan teknis yang seru.
Ini relevan karena pasar kerja di bidang teknologi sedang berubah. Di Anthropic sendiri, misalnya, karyawan baru level junior tinggal 9 dari 100.
Catatan sebelum mencoba
- Ini cerita satu orang. Angka 69, 20, dan 1 adalah klaim pembuatnya sendiri; belum ada pihak lain yang memverifikasi.
- Dibuat untuk Denmark. Pencari lowongan bawaannya memakai situs lowongan Denmark. Untuk Indonesia, bagian ini perlu disesuaikan.
- Bukan untuk pemula. Butuh Claude Code berbayar (Pro, Max, atau Team) atau kredit API, ditambah Python, Bun, dan LaTeX.
- Jaga data pribadimu. Pembuatnya mengingatkan bahwa fork di GitHub selalu publik, sementara proses setup menulis nama, kontak, riwayat kerja, dan gaji yang kamu harapkan ke dalam file. Pakai repositori privat.
- Tidak ada token kripto. Menurut pembuatnya, proyek ini tidak punya token kripto atau program sponsor berbayar. Yang mengaku-ngaku adalah penipuan.


