Pamer nilai 99 pakai AI, 600 mahasiswa Konkuk ujian ulang
Seorang mahasiswa Universitas Konkuk mengaku dapat 99 di ujian online berkat AI. Dosennya membatalkan ujian, dan sekitar 600 peserta harus ujian ulang tatap muka 14 Desember. Pelakunya belum dipastikan.
Ditulis & diperiksa: Syamil Jihad · 28 Okt · 3 mnt baca

Seorang mahasiswa Universitas Konkuk di Seoul, Korea Selatan, mengunggah di forum kampus bahwa ia dapat nilai 99 di ujian tengah semester online karena jawabannya dari AI. Tak lama kemudian dosennya membatalkan ujian itu, dan sekitar 600 peserta mata kuliah yang sama harus ikut ujian ulang tatap muka pada 14 Desember. Siapa yang curang belum dipastikan, termasuk apakah unggahan "99" itu benar. Yang pasti, yang jujur pun ikut menanggung akibatnya.
Apa yang terjadi
Mata kuliahnya kelas umum online tentang bahasa Korea. Ujian tengah semesternya digelar Senin, 19 Oktober 2026, lewat aplikasi rapat video, dengan pengawasan langsung dan direkam, menurut Kyunghyang Shinmun.

Dugaan curang muncul dari analisis hasil ujian dan laporan mahasiswa. Lalu satu unggahan di komunitas online kampus menyebar: penulisnya mengaku dapat 99 dengan jawaban dari AI.

Nama mahasiswanya tidak disebut, dan tidak ada sumber yang menyebut AI apa yang dipakai.
Ujiannya dibatalkan, semua ikut ulang
Dosen pengampu, yang disebut "Profesor A", membatalkan ujian itu. Dalam pengumumannya, ia menilai sebagian mahasiswa curang, termasuk memakai AI, sehingga nilainya tidak lagi adil. Ujian ulang digelar tatap muka pada 14 Desember, bersamaan dengan ujian akhir.

Pelakunya belum dipastikan
Pihak Universitas Konkuk menyatakan akan menindak tegas sesuai aturan kampus kalau pelaku curangnya sudah dipastikan. Sampai 28 Oktober belum ada pengumuman sanksi, dan unggahan soal nilai 99 itu juga belum terbukti benar.

Mencari pelakunya juga tidak mudah. Alat pendeteksi tulisan AI sering keliru, seperti pernah kami bahas di detektor AI bukan bukti.
Contoh di Indonesia: dibantu boleh, dikerjakan jangan
Di Indonesia, sebagian kampus sudah menarik garis. Liputan mahasiswa UMN di detikEdu mencontohkan Atma Jaya BSD: AI assisted (AI dipakai untuk mencari ide) boleh, asal mahasiswa menulis deklarasi transparansi. AI generated (menyalin jawaban AI) tidak boleh.

Sanksinya bertingkat, sama dengan plagiarisme: pertama nilai nol, kedua nilai E, ketiga skorsing satu semester, keempat dikeluarkan.

Sebelum pakai AI untuk tugas
- Tanya dulu aturannya ke dosen atau guru: boleh dipakai untuk apa, dan perlu ditulis atau tidak.
- Pakai untuk belajar, bukan menyalin. Minta AI menjelaskan, memberi contoh soal, atau mengecek tulisanmu. Caranya ada di prompt cek tulisan tanpa ganti gaya.
- Jangan dipamerin. Unggahan satu orang bisa membuat satu kelas ikut kena.
Ini dekat dengan kita: 46% obrolan Claude dari Indonesia isinya tugas sekolah dan kuliah, jauh di atas rata-rata dunia 16%. Makin jelas aturannya, makin berani pelajar memakai AI dengan jujur.
Foto sampul: Universitas Konkuk (2013), Konkukeditor, CC BY-SA 4.0, Wikimedia Commons.
Lihat di Instagram
Versi singkatnya, lengkap dengan slide bukti, ada di Instagram @otaknologi:


